Jumat, 08 November 2013

Gerbang Akhirat

Menysuri perjalan hidup sungguh perlu perenungan dan ilmu tentang mati.

Sedetik demi sedetik, lalu menit, lalu Jam, lalu hari, lalu minggu, lalu bulan, lalu tahun..berjalan merambat tanpa dapat berjalan mundur dalam skala waktu terkecil sekalipun. Adalah sunatullah, kita dilahirkan ke dunia ini dengan modal badan mungil yang lemah, bertumbuh berproses menjadi manusia yang lengkap, baik kekuatan fisik maupun kekuatan pikiran. Waktu terus berjalan...terus terus berproses setelah mencapai puncaknya tinggallah penurunan fisik, dimulai dari mata yang pelan pelan menjadi kabur tanpa dibantu kacamata, rambut mulai keperakan, kulit mulai keriput, tenaga mulai melemah...mudah capek dan sakit...sakit dan menunggu saat saat kembali kepada sang Pencipta.

Proses di atas dialami semua orang, walaupun belum tentu disadari. terbukti masih banyak orang yang berbuat maksiat di penghujung hidupnya. Entah itu tindak asusila berzina, korupsi, selingkuh, licik culas, meninggalkan kewajiban yang ditentukan oleh Allah dan prilaku prilaku yang sangat tidak patut dilakukan oleh manusia yang pasti akan mati.

Hidup ini seperti menunggu antrian di depan gerbang akhirat. Sewaktu muda gerbang itu belum kelihatan karena jaraknya yang mungkin masih jauh antrian masih panjang. Tanpa disadari tiba tiba yang tadinya antrian di depan kita sudah meliwati gerbang..antrianpun sudah memendek...jarak ke gerbang semakin dekat...gerbang akhirat terlihat jelas menunggu kita. Oh alangkah celakannya bila selama penantian menuju gerbang kita tidak menyiapkan bekal seperti tiket, bekal setelah menyeberangi gerbang seperti amal baik , sedekah, dan ibadah ibadah yang lain. Yang tadinya di depan kita ayah, ibu, tante, guru dan para kerabat semua telah melewati gerbang. Sebentar lagi tiba giliran kita melewatinya dengan pemeriksaan para penjaganya yang sangat canggih dan tidak mungkin salah atau bisa disogok..atau disuap.

Ya gerbang akhirat pasti kita lewati. Tapi tidak perlu kita takut. selama kita masih punya waktu walaupun sebentar, tidak ada kata terlambat. Gerbang itu ternyata menuju ke surga. Karena aslinya kita adalah penduduk surga dan Allah menghendaki kita pulang ke surga.

Untuk kembali ke surga Allah memberi panduan. Semuanya terangkum di dalam Al Quran dan Al Hadist. Jadi beramallah sebagaimana kedua  tuntunan yang ada. Manakala kita tidak sempat mempelajari karena lalai belajarlah sekarang, carilah orang orang alim tentang keduanya. Beribadahlah dengan sungguh sungguh. Karena Allah maha Pengampun. Sebesar apapun dosa kita, asal kaita belum sekarat masih ada waktu untuk bertobat. Insya Allah kita akan melewati gerbang akhirat itu dengan selamat dan kita benar benar kembali ke Surga , sebagaimana kakek moyang kita Adam dan Hawa sebelum diusir dari surga karena kesalahan mereka.