Rabu, 03 Oktober 2012

Pekan Batik Nusantara

Hari ini 3 Oktober 2012 pagi acara pembukaan Pekan Batik Nusantara secara resmi dibuka oleh Menko Ekuin Hatta Rajasa. Bertempat di GOR Jatayu Pekalongan tak jauh dari Museum Batik Pekalongan. Walaupun udaranya sangat panas siang tadi,tapi kelihatnnya acara berjalan lancar lancar saja.

Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.

Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!

Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)

Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...


Kamis, 20 September 2012

Catatan Pilkada DKI 2012 - Putaran Ke-2

1. Selamat kepada Bpk. FX Hadi Rudyatmo - menjadi walikota Solo (?)
2. Selamat kepada Bpk Ahok menjadi gubernur DKI - seandainya Pak Jokowi th 2012 menjadi RI-2

Minggu, 02 September 2012

Perda Tentang Iklan Susu Formula

Setelah iklan rokok dilarang di kota Pekalongan bulan Juli lalu, giliran iklan susu formula juga dilarang di Pekalongan dengan Perda yang diterbitkan Agustus lalu.

Pelarangan ini dimaksudkan agar mendorong para ibu untuk menyusui anaknya. Rumah sakit bersalin juga dilarang memberi susu formula kepada bayi tanpa meminta ijin kepada ibunya dan harus memberi kesempatan seluas luasnya kepada ibunya untuk memberi ASI bayinya.

Memang gerakan pemberian ASI kepada para bayi akan banyak manfaatnya. Dari aspek apapun pasti lebih menguntungkan. Ekonomi, psikologi, KB dan kesehatan semuanya menguntungkan.

Ekonomi jelas tidak perlu pengeluaran ekstra untuk beli susu formula, memasak air buat susu formula, membeli botol susu dan perlengkapannya. Keuntungan psikologis, sambil memberi susu ibu dan bayinya merajut kasih sayang yang sesungguhnya, dekapan hangat sang ibu membuat si bayi akan merasa nyaman, aman dan damai. Keuntungan KB, ternyata ibu yang menyusui tidak mudah hamil, alias penjarangan kelahiran secara alamiah. Kesehatan ibu menyusui lebih terjamin dan terhindar dari kanker payudara. Jadi ternyata Tuhan telah memberi semuanya, sementara manusia dengan "ilmu-sok tahunya" merusak keselarasan yang sudah baik.

Mari kita dukung gerakan pemberian ASI. Dan kepada para ibu pecandu rokok, please berhentilah demi bayi anda...agar tidak meracuni diri Anda dan generasi penerus...!!!