Album Genesis ini menandai eksistensi Genesis tanpa Peter Gabriel dan menobatkan Phil Collins sebagai lead vocal. Setelah ini Genesis tampil lebih ngepop dan lebih pro market ketimbang idialisme bermusik.
Jumat, 30 November 2012
Kamis, 29 November 2012
RING OF FRIENDSHIP mengundang kita
http://api.ning.com/files/cv95-mF-BdN0Z442oo*GMCSGsoTZFRARlxEfvKcBGvUB4Ow8HkvstJjxwckygFg4fH5BCAh6PEJnmjDixUy0cyV0LnAADAOW/Multiply1aa.jpg?width=220
Rabu, 28 November 2012
Yok ke http://globe.mosquelife.com/czechnya
Kode verifikasi 317sujgyyycts6sb3res8tu6sdvmlvxbrn21a8gc
Rabu, 03 Oktober 2012
Pekan Batik Nusantara
Hari ini 3 Oktober 2012 pagi acara pembukaan Pekan Batik Nusantara secara resmi dibuka oleh Menko Ekuin Hatta Rajasa. Bertempat di GOR Jatayu Pekalongan tak jauh dari Museum Batik Pekalongan. Walaupun udaranya sangat panas siang tadi,tapi kelihatnnya acara berjalan lancar lancar saja.
Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.
Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!
Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)
Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...
Saya mengunjungi beberapa stand batik dari berbagai daerah di Nusantara yang nampaknya didominasi batik dari pulau jawa seperti Yogya, Solo, Lasem, Demak, Banyumas, Cirebon, Pekalongan dll. Dari Sumatera saya lihat ada batik Bengkulu dan Jambi. Waktu saya dinas di Papua sempat juga melihat batik Papua, tapi dalam pameran batik kali ini kok tidak ada.
Melihat realitas pertextilan sekarang sungguh pengusaha/ pengrajin batik adalah manusia manusia tangguh. Walaupun gempuran textil bercorak batik dari China sempat "mengganggu" pemasaran batik, tapi mereka tetap berkreasi dan berinovasi. Mengapa saya katakan mereka adalah manusia tangguh? tak lain karena dengan tetap berproduksinya batik maka mereka masih bisa menghidupi ribuan buruh. Mereka itu terdiri dari tukang pola, tukang gambar, tukang mbabar, tukang lorot dan beberapa profesi kecil kecil yang ikut andil dalam memproduksi satu lembar kain batik. Luar biasa...!!!
Tanpa bantuan dari Pemerintah mungkin tidak ada lagi yang mau memproduksi batik. Walaupun Unesco sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia, tapi untuk menjadikan batik sebagai komoditi Internasional rasanya kok jauh panggang dari api. (masih sebatas lip-service)
Memang selalu ada yang baru dalam kreasi batik, tapi hanya berkisar pada medianya. Untungnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan setiap pegawai, murid sekolah baik negeri maupun swasta harus mengenakan baju batik minimal seminggu sekali. Sehingga pengusaha batik masih ada job yang captive...kalau tidak entah apa jadinya dengan warisan budaya ini...
Langganan:
Postingan (Atom)