Mari kita cermati, mengapa saya berkesimpulan bahwa sinetron tersebut melecehkan simbol simbol Islam.
1. Tukang Bubur Naik Haji
a. Sosok Haji Muhidin, di dalam dialog dia selalu menonjolkan diri sebagai haji dua kali, tapi kelakuannya sungguh jauh dari Islam dan perangainya sangat jahat., pelit dan licik.
b. Mak Nok, dia digambarkan wanita tua berpenampilan layaknya Muslimah, tapi berperangi buruk penuh intrik dan sangat jahat.
c. Kardun, Mali dan Tarmizi - tiga orang ini digambarkan sebagai orang Islam awam yang kerjaannya mengadu domba demi mendapat uang.
d. Ngadimin, dengan penampilan islami, baju koko dan peci putihnya, digambarkan sebagai orang gila gara gara gagal naik haji karena penyelenggara haji yang nakal, sehingga ngadimin menjadi stress.
e. Rumana dan Nafisah dua wanita muda yang cantik ini digambarkan sebagai alumni Universitas Al Azhar di Mesir yang nasibnya hanya sebagai guru ngaji untuk anak jalanan dan tidak punya kerjaan alias menganggur.
Kesimpulannya bahwa simbol simbol Islam itu buruk. Pergi haji itu buruk, sekolah tinggi tinggi di Al Azhar Mesir itu tidak ada apa apanya..cuma menghasilkan pengangguran. Yang berbaju muslim itu jahat. Kebalikannya Romlah walaupun berpakaian celana jean ketat tapi hatinya baik dan suka menolong. Demikian juga Koh Wan wan (orang Cina - bukan muslim) yang baik hati, toleran dan suka menolong. Sementara tokoh sentral Haji Sulam yang merupakan simbol kebaikan sudah "dikandangkan" sama sutradarnya.
2. Ustadz Photocopy
Sinetron ini jauh lebih dahsyat penghinaannya terhadap simbol simbol Islam. Mari kita telursuri satu persatu.
a. Safi'i digambarkan sebagai pemuda pengangguran mantan perampok yang bertobat dan menjadi ustadz penceramah agama. Ilmu agama Islamnya yang sedikit tapi sering berceramah tentang kebaikan dan mengingatkan untuk selalu berbuat baik. Tiap orang diceramahi tentang kebaikan...lebay.
dia juga menjadi sosok pemuda yang dikelilingi dan disenangi cewek cewek cantik...
b. Haji Jamal, digambarkan sebagai haji tiga kali. Dalam pernnya dia mendapat porsi yang sangat banyak terutama dalam melecehkan agama Islam.
Contohnya: menjadi rentenir, menjual air masjid untuk obat, menarik bayaran setiap orang yang sholat di mushola Al Jamal, membuat portal depan rumahnya - orang yang lewat depan rumahnya harus bayar. Dan yang menyedihkan dalam melakukan maksiat tersebut di atas Si sosok Haji Jamal haji tiga kali ini selalu menggunakan ucapan ucapan islami, seperti Masyaa Allah..., Ya Allah Ya Karim, sambil mengumpat tidak karuan.
c. Ustadz Makmur adalah sosok orang muda yang berambisi menjadi ustadz namun kelakuannya jauh dari Islam. Contohnya : suka memfitnah, gila hormat, sifat iri dan dengkinya sangat menonjol, memasang tarif setiap ceramah dan dijadikan mata pencaharian, menjadi tabib atau dukun penyembuh, mabuk mabukan dengan perempuan kafe.
d. Ustadzah Hj Halimah digambarkan sebagai sosok ambisius suka pamer kekayaan dan sudah berulang kali naik haji tapi kelakuannya sangat jauh dari Islam.
e. Aming digambarkan sebagai sosok idiot tapi pintar dalam menipu teman temannya. Dalam setiap aksi tipu tipunya sering menggunakan ucapan ucapan dan nasehat keislaman.
f. Masyarakan "Desa Asem Manis" digambarkan sebagai masyarakan Islam yang mudah diprovokasi dengan fitnah dan perilaku sirik.
Masih banyak lagi pelecehan pelecehan terhadap idiom idiom islam. Pesan dan Kesan yang saya tangkap dari sinetron ini:
Haji itu kelakuannya sangat jahat.
Ustadz itu mata duitan dan kelakuannya jahat
Kata kata islami seperti Masya Allah, Yaa Allah Yaa Karim...itu digunakan manakala akan berbuat jahat.
Perampok yang bertobat itu jauh lebih baik..dari pada haji dan ustadz.
Begitulah kesan saya menonton sinetron yang menghina Islam tapi menjadi hiburan yang menarik di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dan yang lebih menarik lagi tidak seorang Islampun yang protes...!!! Melecehkan simbol simbol Islam menjadi hal yang sangat menarik dan menyenangkan. Simbol simbol Islam jadi bahan gurauan (yang tidak lucu dan menyakitkan hati).
Saya tidak tahu apakah RCTI dan SCTV milik orang Islam? Menurut saya ini bagian dari "Perang Pemikiran" yang bukan tanpa sengaja dibuat. Tapi punya target tertentu.
hasbunallahu wa nikmal wakil, nikmal maula wa nikman nashir
wa makaru, wamakarollahu, wallahu khoirul makirin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar